TUGAS
AKUNTANSI MANAJEMEN
MENERAPAN
TERSELENTRALISASI DAN DESENTRALISASI DAN CONTOH PERUSAHAANNYA
Nama :
Ana Wo Akeru 11
008 008
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dimasa ini tidak ada satu organisasipun yang dapat
bertahan hidup tanpa memperhatikan garis kekuasaan dan wewenang. Lima dasar kekuasaan
adalah kekuasaan balas jasa, kekuasaan paksaan, kekuasaan resmi, kekuasaan
keahlian dan kekuasaan referensi. Pada umumnya seorang manajer yang efektif
selalu melibatkan bawahannya dalam pengambilan keputusan, di sini manajer
mendelegasikan wewenang mereka.
Delegasi adalah proses penetapan kekuasaan atau
pembagian keahlian dari satu tingkat kepemimpina ke tingkat yang selanjutnya.
Delegasi kekuasaan dari setiap manajer dan perencanaan pekerjaan-pekerjaan di
dalam organisasi erat sekali hubungannya dengan desentralisasi kekuasaan dari
suatu organisasi.
Perencanaan pekerjaan didasarkan pada jumlah
kekuasaan dan penyaluran keahlian ke pada karyawan. Perusahaan yang semakin
berkembang, para manajernya sebaiknya menerapkan sistem desentralisasi yang
menunjuk kepada titik dalam hirarki organisasi, dimana pengambilan keputusan
itu dilakukan.
Pada umumnya, di dalam menangani bawahan penggunaan
kekuasaan merupakan metode yang efektif dari pada menggunakan paksaan. Di sini
situasi manajerial, fleksibilitas serta keluwesan memainkan banyak peran.
Bukan hanya pada
wewenang di pemerinthan saja, wewenang dalam perusahaa pun sekarang lebih
menggunakan sistem desentralisasi. Kelebihan dari sistem ini adalah sebagian
keputuan dan kebijkan perusahaan dapat diputuskan oleh manajer jenjang rendah
tanpa campur tangan pihak antasan. Dengan demikian kewajiban dan tnggung jawab
perusahaan di tanggung oleh manajer tingkat/jenjang yang lebih rendah. Tetapi
sistem yang lain seperti terselentralisasi mempunyai Kelebihan
yaitu di mana manajer pusat tidak harus pusing-pusing
pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena
seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh manajer pusat.
B.
Tujuan
dan manfan
1.
Memahami
apa itu terselentralisasi dan desentralisasi
2.
Mengetahui
penerapan terselentralisasi dan desentralisasi di dalam perusahaan
3.
Dapat
memberikan contoh perusahaan yang termasuk terselentralisasi dan desentralisasi
C.
Rumusan
Masalah
Dalam pembuatan
makalah ini kami memiliki permasalahan yaitu “bagaiman penerapan
terselentralisasi dan desentralisasi di dalam perusahaan Matahari
departemen store” .
BAB II
ISI
A.
DESENTRALISASI
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam
membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada
pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak
perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi
karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu
organisasi.
Kadar desentralisasi
dalam perusahaan adalah dimana pekerja level bawah biasa memberikan input atau bahkan membuat
keputusan Contoh Eksekutif AT & T melakukan desentralisasi pembuatan
keputusan di divisi AT & T Universal Card Services guna menghadapi
persaingan ketat dalam pasar kartu kredit.
B.
TERSELENTRALISASI
Terselentralisasi
adalah memusatkan
seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi
puncak pada suatu struktur organisasi. Kadar pengambilan keputusan terkonsentrasi pada tingka level organisasi
yang lebih tinggi. Contohnya Nibuhiko Kawanoto, presiden Honda Motor Company,
bertnda atas pemikiran mengenai propek penjualan untuk Honda Accord yang paling
laring dengan mengambil pesan langsung dalam mengelola devisi mobil honda.
C.
PERBANDINGAN
DESENTRALISASI DAN TERSELENTRALISASI
Desentralisasi
- Lingkungan
kerja lebih kompleks, tidak pasti. Seperti : karakteristik pasar, tekanan
kompetirif, dan ketersediaan material.
- Manajer
level bawah mampu dan berpengalaman dalam membuat keputusan.
- Manajer
level bawah ingin bersuara dalam membuat keputusan.
- Kepuasanna
signifikan.
- Kultur
perusahan terbuka untuk memungkinkan para manajer bersuara tentang apa yang
sedang terjadi.
- Perusahaan
tersebar secara geografis.
- Implimntasi
efetif dari strategi perusahaan tergantung pada manajer yang terlibat dan
fleksibel.
- Karkteristik
lain di dalam organisasi seperti biaya suatu keputusan, profesensi manajemen
puncak, budaya organisasi, dan kemampuan manajer tingkat bawah.
Terselentralisasi
- Lingkungan
kerja stabil.
- Manajer
level bawah kurang mampu atau berpengalaman dalam membuat keputusan
dibandingkan manajer level atas.
- Manajer
level bawah tidak mau memberikan suara dalam membuat keputusan
- Keputusan
biasanya relatif minor.
- Organisasi
cenderung menghadapi krisis atau berisiko atas kegagalan perusahaan.
- Organisasinya
besar
- Implementasi
efektif dari strategi perusahaan bergantung pada manajer yang bersekukuh
tentang apa yang sedang terjadi.
- Karakteristik
lain dari organsasi, seperti biaya & resiko yang berkaitan dengan keputusan
, preferensi individual manajer dan rasa percaya pada karyawan ,budaya
organisasi, dan kemampuan manajer tingkat bawah.
D.
KELEBIHAN
DAN KELEMAAN
Desentralisasi
Ø
Kedekatan
dengan pasar.
Ø
Pengetahuan
lokasi mengenai masyarakat dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Ø
Penerimaan
dan pengetahuan pelanggan yang lebih baik mengenai kebutuhan pelanggan karena
kecenderungan ekonomi setempat.
Ø
Kenyamanan
penyalur.
Terselentralisasi
Ø
Keterampilan
khusus, bakat , dan teknologi kadang- kadang tidak mungkin diperoleh dan tidak
praktis kalau ditempatkan diberbagai lokasi.
Ø
Efisiensi
Biaya : biaya umum dan admin , tamaban staff, koordinasi produk, uang dan
pengendalain manajemen.
Ø
Perbaikan
dalam teknologi komunikasi baru- baru ini mempermudah pergerakan uang,
informasi, transportasi , dan pemrosesan data dari lokasi sentral.
Contoh
Perusahaan menerapkan desentralisasi :
Perusahaan
Matahari department Store adalah sebuah perusahaan yang terjun dalam dunia
penjualan barang-barang kebutuhan jasmani. Seperti halnya pakaian,
sepatu-sandal, aksesoris dan lain sebagainya.
Perusahaan
yang termasuk supermarket ini menjual berbagai macam produk dari berbagai merk
dan berbagai barang impor. Departemen ini memiliki banyak cabang di Indonesia,
dengan 1 manajer jenjang bawah memimpin tiap cabang supermarket matahari yang
ada.
Perusahaan
ini memiliki banyak cabang di berbagai tempat, tetapi hanya memiliiki satu
induk perusahaan di Jakarta. Di setiap
cabang tersebut selalu ada satu manajer yang memimpin, mengorganisir, dan
mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan masalah
yang terjadi di setiap cabang dimana manajer itu memimpin.
Dari
identifikasi tersebut perusahaan Matahari
departemen store termasuk perusahaan desentralisasi. Dimana manajer pada
jenjang yang lebih rendah sebagai pembuat pengambil dan pengimplimentasian
mengenai keputusan penting yang berkaitan di wilayahnya. Dengan sistem ini, Manajemen puncak bebas dari pemecahan masalah harian dan
terkonsentrasi pada strategi, pembuatan keputusan yang mempunyai tingkatan
lebih tinggi dan pada masalah koordinasi. Dengan
penerapan Desentralisasi di perusahaan Matahari departemen store , maka dapat Memberikan pengalaman berharga bagi manajemen lebih bawah atau manajer
lokal dalam pembuatan keputusan.
Dalam penerapannya, manajer tingkat bawah di matahari
departemen store akan Penerimaan dan pengetahuan pelanggan yang lebih baik
mengenai kebutuhan pelanggan karena kecenderungan ekonomi setempat.Tetapi dalam
penerapan desentralisasi di perusahaan ini juga mempunyai kelemahan yaitu Memungkinkan manajer membuat
keputusan tanpa sepenuhnya memahami gambaran keseluruhan dari perusahaan
dikarenakan pemahaman yang sedikit mengenai strategi perusahaan , kurang koordinasi bagi
manajer-manejer yang memiliki otonomi dan Manajer tingkat bawah dimungkinkan
mempunyai tujuan yang berbeda dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Matahari departemen store tidak sepenuhnya menerapkan
desentralisisi, kadang matahari departemen store juga menetapkan terselentralisasi.
Seperti keputusan tentang peraturan perusahaan secara keluruhan.
BAB III
PENUTUP
Tersentralisasi berarti ada pemutusan dalam pendelegasian wewenang pada
tingkat atas, sedangkan desentralisasi berhubungan dengan sampai dimana manajer
melimpahkan wewenangnya kepada bawahan, apakah hanya sampai kepala bagian,
kepala devisi atau kepala cabangdan lain sebagainya. Kedua sistem ini mempunyai
kelebihan dan kelemahan seperti desentralisasi dengan kelebihannya seperti Manajer level bawah mampu dan berpengalaman dalam membuat
keputusan dan Manajer level bawah dapat bersuara dalam membuat
keputusan.Terselentralisasi dengan kelebihannya yaitu dimana manajer pusat tidak harus pusing-pusing
pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena
seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh manajer pusat.
Tetapi dapat kita liat ternyata dengan desentralisasi tugas dan wewenang semua kegiatan dimonitor
secara cepat dan tepat. Ada faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi
yaitu : Filsafat manajemen, Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi,
Startegi dan lingkungan organisasi, Penyebaran geografis organisasi, Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif,Keanekaragaman produk dan jasa, Karakteristik organisasi
lainnya dan Kualitas manajer
DAFTAR
PUSTAKA
http://organisasi.org/definisi_pengertian_sentralisasi_dan_desentralisasi_ilmu_ekonomi_manajemen
http://blognyayuwwdi.blogspot.com/2011/12/pengertian-sentralisasi-dan.html
http://www.artikata.com/arti-377863-tersentralisasi.html
http://www.slideshare.net/abdul14goni/sentralisasi-dan-desentralisasi-15875285
http://www.slideshare.net/adysetia1/desentralisasi-11208298
id.wikipedia.org/wiki/Desentralisasi
http://fardiansyah7fold.wordpress.com/wewenang-delegasi-dan-desentralisasi/
http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/desentralisasi-dan-akuntansi-pertanggungjawaban/